
Sumber: Radar Sukabumi
SUKABUMI — Kombinasi faktor geografis berupa kemiringan sungai yang curam serta tingginya akumulasi sedimen dinilai menjadi pemicu utama banjir luapan yang merendam 15 titik di Wilayah Sungai (WS) Cisadea–Cibareno, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (24/5) hingga Senin (25/5).
Menanggapi kondisi tersebut, UPTD PSDA Wilayah Sungai Cisadea–Cibareno Provinsi Jawa Barat langsung menerjunkan tim untuk memetakan dampak kerusakan sekaligus menyiapkan langkah penanganan jangka pendek dan jangka panjang.
Kepala UPTD PSDA, Lusie Musianty, menjelaskan bahwa banjir yang dipicu curah hujan ekstrem diperparah oleh penurunan kapasitas tampung sungai akibat pendangkalan. Kondisi paling parah terjadi di aliran Sungai Cipalabuan yang menerima curah hujan hingga 189,5 milimeter.
“Karakteristik kemiringan Sungai Cipalabuan tergolong curam. Hujan deras di hulu membawa material sedimen dalam jumlah besar ke hilir, sehingga sungai cepat dangkal dan kapasitas tampung air berkurang,” ujarnya.
Identifikasi awal menunjukkan 15 titik banjir meliputi Sungai Cipalabuan, Cigangsa, Cikaso, dan Cimarinjung. Luapan air merendam rumah warga, fasilitas umum, hingga perkantoran di daerah Dermaga. “Curah hujannya sangat tinggi, mencapai 189,5 milimeter. Dampaknya, air meluap dan merendam rumah warga, area Puskesmas, serta perkantoran,” tambah Lusie.
The post Pendangkalan Sungai Picu Banjir di Sukabumi appeared first on Radar Sukabumi.



















