
TASIKMALAYA – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (RJBB) melalui Fuel Terminal (FT) Tasikmalaya mendampingi Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Fajar yang berpartisipasi dalam Lomba Sadar Inflasi tingkat Kota Tasikmalaya yang digelar di Kawasan Wisata Tematik Katasik Ar-Razaq, Kampung Cihaji, Kota Tasikmalaya pada Rabu (12/8/2026).
Lomba Sadar Inflasi merupakan agenda tahunan Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah. KWT Mekar Fajar terpilih sebagai salah satu peserta dengan 13 anggota yang turut mengikuti rangkaian penilaian.
Penilaian dilakukan oleh tim yang terdiri dari Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Desi Nur Aria Sari, Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DKP3) Kota Tasikmalaya Fria Hayatinnufus, dan Kepala Bidang Pengembangan dan Pengendalian Perdagangan pada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (KUMKM) Perindag Dadan serta anggota tim lainnya. Aspek yang dinilai mencakupi administrasi produksi, penjualan, buku kas, buku tamu, buku keanggotaan, rencana kegiatan tahunan, catatan penanaman, hingga kelengkapan dokumen legalitas kelompok.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKP3 Kota Tasikmalaya, Fria Hayatinnufus menyatakan bahwa KWT Mekar Fajar telah memenuhi kualifikasi sebagai peserta Lomba Sadar Inflasi.
“Lomba Sadar Inflasi ini mendorong masyarakat untuk membudidayakan kebutuhan pangan rumah tangga seperti cabai, bawang merah, bawang daun, tomat, dan wortel. KWT Mekar Fajar sendiri telah memenuhi kualifikasi dan menunjukkan kesiapan, baik dari sisi kegiatan budidaya maupun administrasi kelompok,” ujar Fria.
Dalam memperkuat KWT Mekar Fajar, Pertamina terus memberikan bimbingan melalui dukungan sarana dan peningkatan kapasitas berupa dapur KWT, demplot pertanian agroeduwisata, lahan cabai seluas 5.600 m², greenhouse hidroponik dengan 1.300 lubang tanam, serta pelatihan hidroponik dan pengolahan sambal. Pendampingan tersebut mendorong KWT Mekar Fajar dalam mengembangkan pupuk organik cair, kompos, dan produk “Sambal Godog” sebagai bagian dari penguatan ekonomi kelompok. Selain itu, pendampingan juga memperkuat tata kelola melalui buku tabungan, penggunaan QRIS, dan pembukuan digital yang tertib sejak awal 2025. Penguatan administrasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kelompok yang profesional dan berkelanjutan.
Ketua KWT Mekar Fajar, Fitri Nurhayati, menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan oleh Pertamina.
“Kami sangat berterimakasih atas pendampingan dan berbagai fasilitas yang telah diberikan Pertamina kepada KWT Mekar Fajar. Dukungan tersebut sangat membantu kami dalam mengembangkan pertanian, meningkatkan keterampilan, serta membangun kemandirian bagi kami,” ujar Fitri.
Sementara itu, Pjs. Area Manager Communication, Relation & CSR Regional JBB, Arya Yusa Dwicandra juga menyampaikan bahwa perkembangan KWT Mekar Fajar menunjukkan pendampingan yang dilakukan Pertamina memberi dampak nyata bagi masyarakat sekitar lokasi.
“Kami berharap pendampingan ini dapat terus mendorong KWT Mekar Fajar mengembangkan potensinya hingga dapat menciptakan manfaat ekonomi berkelanjutan,” ujar Arya.
Kegiatan ini mendukung beberapa pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 8 melalui penguatan kegiatan ekonomi produktif, poin 12 melalui pengelolaan hasil dan limbah pertanian menjadi produk yang bermanfaat, serta poin 13 melalui penerapan praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan. (*)
The post Pertamina Patra Niaga RJBB Dampingi KWT Mekar Fajar Lomba Sadar Inflasi Pemkot Tasikmalaya first appeared on Inilah Sukabumi.




