SUKABUMI – Pondok Pesantren Modern Dzikir Al-Fath Sukabumi menggelar Lomba 3M (Mewarnai, Menggambar, Melukis) tingkat Jawa Barat pada Sabtu (10/5/2026). Kegiatan ini diikuti peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK/PAUD, SD/MI, hingga SLTP se-Jawa Barat.
Pimpinan Ponpes Modern Dzikir Al-Fath, Prof. Dr. KH. M. Fajar Laksana menyampaikan bahwa lomba tersebut dirancang untuk mengembangkan tiga aspek utama dalam diri anak, yakni olah rasa, olah pikir, dan keterampilan.
Ia menjelaskan, kegiatan mewarnai bertujuan melatih kepekaan rasa dan seni anak. Menurutnya, melalui pengenalan warna, anak-anak belajar beradaptasi sekaligus mengasah kemampuan bersosialisasi.
Baca Juga: Razia di Palabuhanratu, Belasan Pelajar Ditemukan Bolos di Gedung Terbengkalai
Sementara itu, menggambar difokuskan pada penguatan daya pikir dan kreativitas. Fajar Laksana menuturkan bahwa anak dilatih untuk menuangkan ide, mengembangkan imajinasi, hingga menciptakan inovasi melalui gambar yang dibuat.
Adapun kegiatan melukis menjadi sarana untuk mengasah keterampilan. Ia menyebut, proses melukis menggabungkan antara ide dalam pikiran dengan kemampuan teknis, sehingga menghasilkan karya yang lebih utuh dan bernilai estetika.
Menurutnya, kombinasi ketiga kegiatan tersebut mampu memunculkan potensi anak secara menyeluruh. Ia menilai, pembiasaan sejak dini akan membentuk karakter anak yang kreatif, produktif, dan inovatif.
Baca Juga: Pemprov Jabar Kaji Penghapusan Pajak Kendaraan Bermotor pada 2026
Dalam pelaksanaannya, lomba 3M kali ini mengusung tema budaya Sunda. Para peserta diminta menuangkan ide terkait adat, sejarah, hingga tokoh Sunda ke dalam karya mereka.
Fajar Laksana mengungkapkan bahwa pengangkatan tema tersebut bertujuan menumbuhkan kecintaan anak terhadap identitas budaya lokal. Ia menyebut, melalui kegiatan ini diharapkan lahir generasi yang memiliki kearifan lokal atau local genius, namun tetap memiliki wawasan kebangsaan yang kuat.
Ia juga menekankan pentingnya memberikan ruang bagi anak untuk berekspresi. Menurutnya, potensi anak akan berkembang jika diberi kesempatan dan wadah yang tepat.
Baca Juga: Ayep Zaki Soroti Generasi “Rebahan”, Lomba 3M Jadi Ruang Talenta Anak Sukabumi
“Potensi anak-anak akan muncul ketika diberi peluang. Kegiatan ini menjadi sarana mereka untuk berlatih. Jika tidak diberi ruang, maka kemampuan olah pikir, olah rasa, dan keterampilan tidak akan berkembang optimal,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi bagian dari pembinaan jangka panjang dalam mencetak generasi unggul. Ia menambahkan bahwa sejak usia dini anak perlu dibiasakan aktif dan produktif agar kelak mampu berkontribusi bagi bangsa dan negara.
“Sejak kecil anak-anak dilatih menjadi aktif, produktif, dan inovatif. Itu yang kita butuhkan untuk masa depan bangsa,” pungkasnya.
The post Ponpes Dzikir Al-Fath Sukabumi Gelar Lomba 3M Tingkat Jabar, Asah Kreativitas dan Cinta Budaya Sunda first appeared on Sukabumi Ku.



















