RSUD Palabuhanratu Jadi Sorotan, Mahasiswa Minta Audit dan Perbaikan Menyeluruh

SUKABUMI – Kondisi pelayanan di RSUD Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, menjadi sorotan setelah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Sukabumi Raya menemukan sejumlah persoalan serius saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi.

Tidak hanya menyoroti aspek kebersihan lingkungan, mahasiswa juga mengungkap temuan yang dinilai mengkhawatirkan terkait makanan pasien. Dalam hasil advokasinya, BEM Nusantara menerima dokumentasi berupa video yang menunjukkan adanya ulat pada sayur sop yang disajikan kepada pasien.

Koordinator wilayah BEM Nusantara Sukabumi Raya, Rahmadi L Making, mengatakan bahwa kondisi tersebut tidak seharusnya terjadi di fasilitas pelayanan kesehatan. Ia menegaskan bahwa pihaknya menemukan sejumlah titik di rumah sakit yang terlihat kurang bersih dan tidak terawat.

Baca Juga: Koperasi Merah Putih Disorot, Ombudsman Minta Pengawasan Tak Hanya di Atas Kertas

“Kami menemukan beberapa area yang kondisinya kurang terjaga dan tidak higienis, padahal kebersihan rumah sakit sangat berpengaruh terhadap proses penyembuhan pasien,” ujar Rahmadi kepada sukabumiku.id, Sabtu (20/06/2026).

Selain itu, keberadaan kecoak di lingkungan rumah sakit juga menjadi perhatian. Menurut BEM, munculnya hama tersebut menjadi indikator lemahnya sistem pengelolaan kebersihan di RSUD Palabuhanratu.

Rahmadi menegaskan bahwa temuan ulat pada makanan pasien dan keberadaan kecoak merupakan peringatan serius bagi manajemen rumah sakit. Ia menyebut kondisi tersebut tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut keselamatan pasien.

“Kehadiran ulat pada makanan pasien dan ditemukannya kecoak di area rumah sakit adalah alarm serius yang harus segera ditindaklanjuti,” katanya.

Baca Juga: Tangis Keluarga Pecah di Pantai Cibuaya, Tim SAR Temukan Jasad Ahmad Efendi

Tak hanya soal kebersihan, BEM Nusantara Sukabumi Raya juga mengkritisi tata kelola parkir yang dinilai tidak tertib. Mereka menilai sistem parkir belum berjalan dengan baik dan tarif yang dikenakan kepada pengunjung tidak memiliki kejelasan.

Menurut mereka, seluruh persoalan tersebut menjadi tanggung jawab manajemen rumah sakit, termasuk direktur sebagai pimpinan tertinggi. Oleh karena itu, BEM mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan kebersihan, kualitas makanan pasien, pengendalian hama, hingga pengelolaan parkir.

Bahkan, BEM memberikan peringatan tegas. Jika tidak ada perubahan signifikan, mereka meminta direktur RSUD Palabuhanratu untuk mundur sebagai bentuk tanggung jawab moral.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Sukabumi 20 Juni 2026, Siang Hingga Sore Berpotensi Hujan

“Jika persoalan ini terus dibiarkan tanpa perbaikan, kami menegaskan direktur harus mengundurkan diri,” tegasnya.

Selain itu, BEM juga meminta Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan DPRD Komisi IV untuk turun langsung melakukan audit terhadap kualitas pelayanan rumah sakit.

Mereka menegaskan bahwa rumah sakit seharusnya menjadi tempat masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang layak, bukan justru menghadirkan persoalan baru.

“Kami tidak ingin rumah sakit yang seharusnya menjadi tempat kesembuhan malah menimbulkan masalah yang bisa mengganggu kesehatan dan kenyamanan pasien,” tutup Rahmadi.

The post RSUD Palabuhanratu Jadi Sorotan, Mahasiswa Minta Audit dan Perbaikan Menyeluruh first appeared on Sukabumi Ku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *