INILAHSUKABUMI.COM – Cuaca ekstrem berupa hujan deras dengan intensitas tinggi disertai angin kencang kembali melanda wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Selasa (14/4/2026) siang.
Akibatnya, sejumlah desa di Kecamatan Nyalindung melaporkan kerusakan mulai dari akses jalan yang tertutup material longsor hingga jembatan warga yang hanyut terbawa arus sungai.
Empat Desa Terdampak Parah
Berdasarkan data sementara dari Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Nyalindung, Ahmad, terdapat empat desa yang mengalami dampak paling signifikan, yakni Desa Cijangkar, Bojongsari, Kertaangsana dan Nyalindung.
“Longsor terjadi di ruas jalan provinsi yang menghubungkan Sukabumi-Sagaranten. Material lumpur dan bebatuan sempat menimbun jalan di Kampung Legok Areuy (Desa Cijangkar) dan Jalan Baru (Desa Kertaangsana),” ujar Ahmad saat dikonfirmasi, Selasa petang.
Baca juga : Tak Hanya Pemeliharaan Jalan, DPU Kabupaten Sukabumi Pun Fokus pada Daerah Irigasi
Ahmad memastikan bahwa koordinasi cepat dengan Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat sudah dilakukan. Petugas gabungan langsung diterjunkan ke lokasi untuk membersihkan material longsor.
“Pembersihan sudah dilakukan di kedua lokasi,” tambahnya.
Jembatan Hanyut dan Rumah Rusak
Selain longsor, banjir bandang di Sungai Citalahab, Desa Bojongsari, menyebabkan jembatan darurat dari bambu hanyut terbawa arus. Ironisnya, jembatan ini baru saja dibangun pada Januari lalu untuk menggantikan jembatan permanen yang juga hancur akibat bencana serupa.
Di Desa Nyalindung, angin kencang dilaporkan merusak atap sejumlah rumah warga. Beberapa bangunan bahkan mengalami kerusakan berat setelah tertimpa pohon tumbang.
Baca juga : Hujan Badai di Kebonpedes : 3 Pohon Tumbang Tutup Jalan hingga Jalur Kereta Api Cianjur-Sukabumi
Kendala Komunikasi di Lapangan
Hingga berita ini diturunkan, petugas P2BK masih terus melakukan pendataan valid terkait total kerugian materil. Namun, kendala sinyal di beberapa titik di Kecamatan Nyalindung menjadi hambatan utama dalam pelaporan real-time.
“Kami terus berkoordinasi dengan aparat desa dan relawan di lapangan. Ada beberapa lokasi yang memang sulit dijangkau komunikasi telepon genggam,” jelas Ahmad.
Sebagai informasi, sehari sebelumnya pada Senin (13/4/2026), akses jalan kabupaten Nyalindung-Gegerbitung juga sempat terputus akibat rumpun bambu yang tumbang di Desa Neglasari.
Kondisi cuaca di wilayah Sukabumi diprediksi masih akan fluktuatif dalam beberapa hari ke depan, sehingga warga diimbau untuk tetap waspada.
Redaktur : Budiyanto
The post Sukabumi Kembali Diterjang Cuaca Ekstrem: Jalan Provinsi Tertimbun Longsor dan Jembatan di Nyalindung Hanyut first appeared on Inilah Sukabumi.











