
Sumber: Radar Sukabumi
SUKABUMI – Kota Sukabumi kembali masuk dalam daftar kota toleran di Indonesia versi SETARA Institute melalui Indeks Kota Toleran (IKT) 2025. Bersama Kota Bekasi, Sukabumi menjadi salah satu daerah di Jawa Barat yang mendapat pengakuan atas komitmennya menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama.
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, mengaku target membawa Kota Sukabumi masuk lima besar nasional belum tercapai. Ia bahkan menargetkan Sukabumi bisa menempati posisi empat besar kota toleran di Indonesia. Namun, saat ini Sukabumi masih berada di bawah Kota Bekasi dalam penilaian IKT 2025.
Menurut Ayep, keterbatasan anggaran menjadi faktor utama yang membuat target tersebut meleset. “Kita sebetulnya sangat bisa masuk ke lima besar, kita tahu caranya. Tapi kita kalah dari sisi anggaran saja. Kota lain berani mengeluarkan anggaran besar untuk kota toleransi sehingga peringkatnya bisa meloncat, sementara kita masih dalam kondisi efisiensi,” ujarnya, Selasa (12/5).
Ia menjelaskan, Pemkot Sukabumi sebenarnya telah memiliki strategi untuk meningkatkan nilai indeks toleransi. Namun, kemampuan fiskal daerah yang terbatas membuat sejumlah program belum dapat dimaksimalkan. Sebagai langkah lanjutan, Pemkot kini fokus memperkuat aspek legalitas program toleransi dengan menaikkan status aturan dari Peraturan Wali Kota (Perwal) menjadi Peraturan Daerah (Perda).
Ayep menegaskan komitmennya menjaga iklim inklusif di Kota Sukabumi. Menurutnya, seluruh organisasi keagamaan harus mendapat ruang dan fasilitasi yang adil sesuai aturan. “Salah satu langkah konkret adalah memfasilitasi kebutuhan seluruh organisasi keagamaan agar berjalan sesuai aturan yang jelas. Kemudian kita terus lakukan berbagai kegiatan yang menguatkan kerukunan di Kota Sukabumi. Bagaimanapun, predikat kota toleran terus kita pertahankan,” ungkapnya.
The post Target 5 Besar Kota Toleran Meleset, Sukabumi Terkendala Anggaran appeared first on Radar Sukabumi.



















