Sumber: Radar Sukabumi
JAKARTA — Sejumlah pelaku sejarah perdamaian konflik Poso dan Ambon kompak membela Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), terkait ceramahnya di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Mereka menegaskan ceramah JK bukanlah penistaan agama, melainkan sesuai dengan fakta sejarah.
Dalam konferensi pers di Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (21/4), Direktur ABC Riset & Consulting, Erizal, menyatakan, “JK bukan pelaku penista agama. Ia justru tokoh yang mempersatukan saat terjadi konflik antarumat beragama di Poso dulu. Kedua belah pihak mengakui kontribusi JK di masa-masa sulit itu.”
Diketahui, laporan terhadap JK di Polda Metro Jaya diajukan oleh Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) yang diketuai Sahat Martin Philip Sinurat. Ia mengaku mewakili sekitar 19 lembaga Kristen dan ormas. Sahat sendiri diketahui sebagai Plt Ketua DPW PSI Sumut. Namun Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali, membantah laporan tersebut dikaitkan dengan partai politik yang dipimpin Kaesang Pangarep.
Dalam kesempatan yang sama, JK juga menyinggung nama Ade Armando dan Abu Janda. Kebetulan, Ade Armando yang merupakan kader PSI turut dilaporkan Aliansi Profesi Advokat Maluku (APAM) terkait dugaan pemotongan dan penghasutan video ceramah JK.
The post Tokoh Perdamaian Poso-Ambon: JK Bukan Penista Agama appeared first on Radar Sukabumi.











