Sumber: Radar Sukabumi
SERANG — Tradisi tahunan Seba Baduy 2026 kembali digelar dengan penuh makna. Bagi masyarakat adat Kanekes, perayaan ini bukan sekadar ritual turun-temurun, melainkan momentum penting untuk menyuarakan pesan universal: menjaga kelestarian alam.
Kepala Desa Kanekes sekaligus Jaro Pamarentah, Jaro Oom, secara langsung menyampaikan amanat tersebut kepada Gubernur Banten Andra Soni saat pelaksanaan Seba Baduy di Gedung Negara, Kota Serang, Sabtu. “Perayaan Seba tahun ini diikuti oleh 1.525 orang, terdiri dari warga Baduy Luar dan Baduy Dalam yang datang untuk bersilaturahmi serta menyampaikan amanat dari lembaga adat kepada pemerintah daerah,” ujarnya.
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Gubernur Banten sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi sakral yang telah berlangsung turun-temurun. Dalam pertemuan itu, warga Baduy menitipkan pesan khusus mengenai pentingnya ketertiban lingkungan di wilayah Banten. Mereka menyampaikan kekhawatiran atas indikasi kerusakan alam, terutama di kawasan gunung dan aliran sungai yang menjadi sumber kehidupan.
Amanat tersebut merupakan keluh kesah yang dititipkan oleh lembaga adat atau Puun. Masyarakat adat meminta pemerintah provinsi dan kabupaten memberi perhatian serius terhadap kondisi hutan dan sungai agar tidak lagi terjadi kerusakan maupun pencemaran. “Kami berharap melalui momentum Seba ini, Provinsi Banten dapat menjadi daerah yang lebih maju dan sejahtera bagi seluruh masyarakatnya,” tambah Jaro Oom.
Ia menegaskan, pelestarian alam adalah kunci kesejahteraan lahir dan batin, baik bagi warga adat maupun masyarakat luas.
The post Tradisi Seba Baduy, Seruan Menjaga Hutan dan Sungai appeared first on Radar Sukabumi.



















