
SUKABUMI – Kecelakaan tragis antara Kereta Api Pangrango dan sebuah truk boks terjadi di perlintasan sebidang di Jalan Alternatif Nagrak, tepatnya di Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jumat (19/06/2026) sore. Insiden ini menewaskan satu orang dan menyebabkan dua lainnya mengalami luka berat.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.17 WIB saat kereta melaju dari arah Sukabumi menuju Bogor. Di saat yang bersamaan, truk boks melintas di perlintasan hingga akhirnya tertabrak kereta yang melaju.
Benturan keras membuat truk terpental dan kehilangan kendali, lalu menghantam pengendara sepeda motor serta seorang warga yang berada di sekitar lokasi. Pengendara motor dilaporkan meninggal dunia di tempat setelah sempat terjepit kendaraan.
Baca Juga: Regulasi Disiapkan, Pilkades 2027 di Sukabumi Diprediksi Masih Manual
Seorang saksi mata, Udin, mengungkapkan bahwa ia mendengar suara benturan keras saat kejadian berlangsung.
“Kereta dari arah Sukabumi ke Bogor itu pas kejadian, saya cuma dengar klakson sekali, lalu langsung terdengar tabrakan keras seperti besi beradu,” ujar Udin.
Ia menambahkan bahwa salah satu korban meninggal merupakan pengendara motor yang tersambar akibat truk yang terpental setelah tertabrak kereta.
“Yang satu korban itu meninggal di tempat, pengendara motor yang kena hantaman kendaraan,” katanya.
Sementara itu, sopir truk mengalami luka serius dengan pendarahan di bagian hidung dan mulut. Udin juga menyebut kondisi korban saat dievakuasi cukup parah.
“Sopirnya mengalami pendarahan di hidung dan mulut, langsung dibawa warga ke rumah sakit untuk penanganan,” ungkapnya.
Baca Juga:Dukung Swasembada Pangan, Polisi Dampingi Petani di Cisolok
Selain sopir, seorang warga bernama Iki yang berada di sekitar lokasi juga mengalami luka berat dan saat ini menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kecelakaan ini juga menyoroti kondisi perlintasan kereta api di lokasi kejadian yang diduga tidak berfungsi secara optimal. Udin menjelaskan bahwa palang pintu memang tersedia, namun tidak berjalan sebagaimana mestinya.
“Palang pintu ada, tapi tidak berfungsi normal. Biasanya dijaga manual oleh warga secara sukarela,” ujarnya.
Hingga berita ini disusun, pihak kepolisian bersama petugas terkait masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. Dugaan sementara mengarah pada faktor kelalaian serta kondisi fasilitas keselamatan di perlintasan tersebut.
The post Truk Tersambar KA Pangrango di Perlintasan Alternatif Nagrak, Pemotor Tewas di Tempat first appeared on Sukabumi Ku.

