
INILAHSUKABUMI.COM – Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, mengingatkan agar fasilitas pengolahan sampah berbasis Refuse Derived Fuel (RDF) tidak berubah fungsi menjadi lokasi penumpukan sampah baru.
“Investasi yang mahal ini harus kita jaga. Jangan sampai sampah menumpuk di sini. Pengelola RDF harus berani membatasi sampah yang masuk apabila kapasitas sudah tidak memungkinkan,” ungkap Hanif kepada awak media di Sukabumi, Rabu (29/7/2026).
Di Sukabumi, Wamenko Hanif didampingi Wakil Bupati Sukabumi, Andreas melakukan kunjungan kerja ke RDF Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Cimenteng, Jalan Raya Cibadak-Cikembang, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi.
Hanif mengatakan biaya investasi pembangunan RDF Cimenteng yang digelontorkan sangat besar, Rp 120 milyar, makanya harus dijaga dan dimanfaatkan secara maksimal. Peresmian RDF Cimenteng ini tahun lalu, Juli 2025.
Baca juga : Terkendala Dokumen, Anak Pengidap Gizi Buruk di Sukabumi Sempat Tertunda ke Rumah Sakit
RDF Cimenteng yang sebelumnya dirancang mampu mengolah sekitar 120 ton sampah per hari, saat ini menerima sekitar 80 ton sampah per hari. Sampah tersebut berasal dari 33 dari total 47 kecamatan yang ada di Kabupaten Sukabumi.
“Tidak boleh sampah menumpuk di sini yang residunya, untuk mengurangi residu caranya sampah harus dipilah,” kata mantan Menteri Lingkungan itu.
Harapan Kepada Pemkab Sukabumi
Ia berharap harus ada keberanian dari pengelola RDF untuk membatasi sampah yang masuk. Sampahnya harus yang sudah terpilah. Juga keberanian Pemkab Sukabumi mengedukasi masyarakat agar memilah sampah.
“Saya berharap Pak Wakil Bupati bisa menginisiasi jajarannya, paling tidak dalam waktu segera dari 33 kecamatan masing-masing dari satu kecamatan memiliki satu desa binaan yang 100 persen memilah sampah,” harap Hanif.
Menurut ia, kalau sampah dipilah manfaatnya luar biasa, mulai dari kesehatan masyarakat meningkat, lingkungan menjadi lebih baik, hingga sampah dapat menjadi sumber daya yang bernilai ekonomi.
Sampah organiknya dapat dimanfaatkan menjadi kompos untuk tanaman, sementara sampah lainnya dapat didaur ulang sehingga mengurangi beban tempat pembuangan akhir.
“Saya yakin bapak bupati dan bapak wakil bupati Kabupaten Sukabumi akan bergegas melakukannya,” sambung Hanif.
Baca juga : Kabar dari Kasepuhan Cipta Mulya : Ada ‘Butik PLP’ Bantuan yang Disulap Relawan Sukabumi jadi Lebih Berkah
Pemkab Sukabumi Programkan Pilah Sampah
Wakil Bupati Sukabumi, Andreas menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk mendukung penuh langkah pemilahan sampah secara berkelanjutan.
“Pemkab Sukabumi akan menjalankan pemilahan sampah organik dan anorganik secara bertahap di tengah masyarakat, dimulai dari tingkat desa hingga kecamatan,’ kata Andreas dikutip InilahSukabumi.com dari laman resmi Pemkab Sukabumi.
“Diharapkan mampu memaksimalkan kuota olahan sampah di TPA Cimenteng sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di Kabupaten Sukabumi,” sambung dia.
Diketahui hasil pemrosesan sampah menjadi bahan bakar alternatif atau RDF tersebut dipasok untuk kebutuhan pabrik semen PT. Semen Jawa Siam Cemen Group (SCG) di Jalan Palabuhandua Km. 11 Desa Sirnaresmi Kecamatan Gunungguruh Kabupaten Sukabumi.
Reporter : Idam
Redaktur : Budiyanto
The post Waspada Tumpukan Sampah, Wamenko Pangan Hanif Faisol Soroti Kinerja RDF Cimenteng Sukabumi first appeared on Inilah Sukabumi.




