SUKABUMI – Penyerapan aspirasi masyarakat dipadukan dengan pelestarian seni tradisional Sunda dalam kegiatan Sapa Warga Berbasis Budaya yang digelar anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Ir. H. Yusuf Maulana, di Kampung Cibangbara, Desa Neglasari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi.
Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dan masyarakat untuk menyampaikan berbagai kebutuhan, keluhan, serta harapan terkait pembangunan dan pelayanan publik. Pertemuan itu juga dimeriahkan pertunjukan seni angklung dan pencak silat sebagai bagian dari upaya menjaga kebudayaan lokal.
Warga dari lingkungan RW setempat turut hadir dalam kegiatan yang dirancang untuk mempererat silaturahmi sekaligus menghimpun aspirasi masyarakat di daerah pemilihan Kota dan Kabupaten Sukabumi.
Yusuf Maulana mengatakan, kegiatan Sapa Warga Berbasis Budaya merupakan salah satu cara untuk membangun komunikasi langsung dengan masyarakat. Melalui pertemuan tersebut, ia dapat mendengarkan persoalan yang dihadapi warga sekaligus mencatat kebutuhan yang dapat disampaikan kepada pihak terkait.
“Alhamdulillah, hari ini kami bisa bersilaturahmi langsung dengan masyarakat Kampung Bangbarak, Desa Neglasari, Kecamatan Nyalindung. Kami berterima kasih atas antusiasme warga yang telah hadir. Melalui kegiatan ini, kami ingin mendengar secara langsung aspirasi, keluhan, dan harapan masyarakat, sehingga apa yang menjadi kebutuhan warga dapat kami catat dan menjadi bahan untuk disampaikan serta diperjuangkan sesuai dengan kewenangan yang ada,” ungkap Yusuf.
Ia menjelaskan, luasnya wilayah daerah pemilihan serta keterbatasan waktu dan anggaran menjadi tantangan tersendiri untuk menjangkau seluruh masyarakat secara langsung. Karena itu, kegiatan seperti ini diharapkan dapat menjadi salah satu sarana untuk mempertemukan warga dengan wakil rakyat dalam suasana terbuka dan akrab.
Menurut Yusuf, masukan masyarakat penting untuk memberikan gambaran mengenai kondisi di lapangan. Aspirasi yang terkumpul nantinya dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pembahasan program dan kebijakan pembangunan di tingkat Provinsi Jawa Barat, sesuai kewenangan yang berlaku.
Selain dialog, kegiatan tersebut menghadirkan pertunjukan angklung dan pencak silat. Kedua kesenian itu merupakan bagian dari kekayaan budaya Sunda yang perlu terus diperkenalkan dan dilestarikan di tengah perkembangan zaman.
Yusuf berharap keterlibatan seni tradisional dalam kegiatan kemasyarakatan dapat menjadi ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal dan menjaga warisan budaya daerah.
“Selain menyerap aspirasi masyarakat, kami juga ingin ikut menjaga dan melestarikan budaya Sunda. Karena itu, kegiatan Sapa Warga Berbasis Budaya selalu diupayakan menghadirkan kesenian khas Jawa Barat. Mudah-mudahan seni angklung, pencak silat, dan kesenian tradisional lainnya tetap hidup, dikenal oleh generasi muda, serta menjadi bagian dari identitas dan kebanggaan masyarakat,” tambahnya.
Yusuf menegaskan, kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai sarana membangun komunikasi dua arah antara masyarakat dan wakil rakyat.
Ia menyebut, aspirasi yang dihimpun akan menjadi catatan untuk disampaikan kepada pihak terkait dan dipertimbangkan dalam agenda pembangunan berikutnya. Tindak lanjutnya tetap harus memperhatikan kewenangan pemerintah, skala prioritas, serta ketersediaan anggaran.
“Harapan kami, kegiatan ini benar-benar menjadi jembatan antara masyarakat dan wakil rakyat. Warga bisa menyampaikan apa yang dirasakan, apa yang dibutuhkan, dan apa yang menjadi harapannya. Semua itu menjadi catatan bagi kami untuk dibawa ke dalam pembahasan dan diperjuangkan sesuai dengan kemampuan serta kewenangan yang dimiliki,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus menjangkau masyarakat di berbagai wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi. Dengan komunikasi yang terjaga, kebutuhan warga diharapkan dapat diketahui secara langsung, sementara pelestarian budaya Sunda tetap menjadi bagian dari kegiatan bersama masyarakat.
“Insyaallah, kami akan terus berupaya menjaga silaturahmi dengan masyarakat Kota dan Kabupaten Sukabumi. Mudah-mudahan melalui kegiatan ini, hubungan kita semakin dekat, komunikasi semakin baik, dan semakin banyak aspirasi yang dapat kami tampung untuk menjadi bahan perjuangan dalam pembangunan. Semoga kebersamaan ini membawa manfaat bagi masyarakat dan menjadi ikhtiar untuk menjaga budaya Sunda agar tetap lestari,” pungkasnya.
Melalui perpaduan dialog warga dan pertunjukan seni tradisional, Sapa Warga Berbasis Budaya diharapkan dapat memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan sekaligus menjaga keberlangsungan kesenian Sunda di Kabupaten Sukabumi.
The post Yusuf Maulana Serap Aspirasi Warga Nyalindung Lewat Sapa Warga Berbasis Budaya Sunda first appeared on Sukabumi Ku.
