INILAHSUKABUMI.COM – Bencana pergerakan tanah yang melanda Kampung Cijambe, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, terus meluas hingga Selasa (3/3/2026). Dampak kerusakan kini merambah ke wilayah RT 02 RW 07, setelah sebelumnya RT 05 dinyatakan tidak layak huni.
Camat Bantargadung, Sarifudin Rahmat, menyampaikan bahwa jumlah warga terdampak pergerakan tanah di Bantargadung mencapai 112 kepala keluarga (KK) atau 356 jiwa. Dari total tersebut, terdapat 48 balita, 37 lanjut usia (lansia), dan 8 penyandang disabilitas yang masuk kategori kelompok rentan.
Berdasarkan data teknis di lokasi bencana pergerakan tanah Sukabumi, kerusakan bangunan di titik utama RT 05 meliputi 15 rumah rusak berat, 21 rumah rusak sedang, 21 rumah rusak ringan, serta 41 rumah terancam terdampak.
“Pergerakan tanah meluas ke RT 02 sehingga warga mulai bergeser. Sebanyak 46 KK mengungsi mandiri ke rumah kerabat atau mengontrak, sedangkan 63 KK atau sekitar 191 jiwa bertahan di posko pengungsian,” ujar Sarifudin saat memberikan keterangan di lokasi.
Kondisi pengungsian sempat dikeluhkan warga akibat limpasan air hujan yang masuk ke dalam tenda. Pihak kecamatan mengakui adanya keterbatasan sarana, terutama palet kayu untuk alas tidur.
Namun, bantuan mulai berdatangan. Komando Distrik Militer (Kodim) 0622/Kabupaten Sukabumi menyalurkan 100 unit velbed atau tempat tidur lipat. Sebanyak 63 unit langsung didistribusikan ke tenda keluarga untuk mengantisipasi genangan air hujan agar warga tidak bersentuhan langsung dengan lantai tenda yang basah.
“Bantuan velbed sudah datang dan langsung kami salurkan ke pengungsi,” kata Sarifudin.
Terkait pemenuhan logistik, pihak kecamatan masih menunggu keputusan resmi penetapan status tanggap darurat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, dan Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Sukabumi untuk mendirikan dapur umum.
Meski demikian, pelayanan konsumsi bagi pengungsi tetap berjalan melalui inisiatif lokal. Pemerintah kecamatan mengalihkan sementara dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bantargadung menjadi dapur umum guna memenuhi kebutuhan sahur dan buka puasa para penyintas.
“Kebutuhan makan sahur dan buka puasa bagi warga terdampak tetap kami pastikan terpenuhi,” pungkasnya. (*)
Reporter: Karimullah
Redaktur: Rendi Rustandi
The post Pergerakan Tanah di Bantargadung Sukabumi Meluas, Kini 112 KK yang Terdampak first appeared on Inilah Sukabumi.



















