Sumber: Radar Sukabumi
JAKARTA — Penahanan Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa dalam kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terkait keaslian ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo dinilai sarat dengan tafsir politik. Publik menilai momentum tersebut memperkuat persepsi bahwa pengaruh Jokowi masih besar meski sudah tidak lagi berkuasa.
Direktur Pusat Riset Politik, Hukum, dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam, mengatakan penahanan kedua tokoh tersebut sulit dilepaskan dari berbagai tafsir politik yang berkembang di masyarakat.
“Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa bisa dengan mudah dibaca bukan sekadar proses hukum biasa, melainkan pesan politik yang sangat simbolik,” kata Saiful, Senin (22/6/2026).
Menurutnya, waktu penahanan yang berdekatan dengan momentum ulang tahun Jokowi pada 21 Juni menimbulkan spekulasi. Roy Suryo dan Dokter Tifa ditangkap pada Jumat (19/6/2026) dan hari ini dilimpahkan ke Kejaksaan.
“Ini seperti kado yang tidak dibungkus, sebuah demonstrasi kekuasaan yang ingin dilihat publik bahwa meski tak lagi menjabat, pengaruhnya belum benar-benar pudar,” ujarnya.
The post Penahanan Roy dan Tifa Kado Ulang Tahun Jokowi? appeared first on Radar Sukabumi.


