SUKABUMI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa magnitudo 2,6 dan terjadi pada pukul 17:50:27 WIB, Selasa (19/5/2026) menjelang waktu magrib. Episenter gempa berada di darat, sekitar 13 kilometer barat laut Kota Sukabumi, dengan kedalaman 12 kilometer.
Laporan BMKG menyebutkan getaran gempa dirasakan warga Kota Sukabumi dan sekitarnya. Meski tergolong kecil, guncangan tersebut cukup terasa di dalam rumah, khususnya di wilayah Nagrak.
Dalam keterangan resminya, BMKG menyebutkan bahwa gempa ini termasuk jenis gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif di wilayah tersebut. “Gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” dikutip dari penjelasan resmi BMKG yang diterima redaksi sukabumiku.id.
Baca Juga: Tarif Parkir RSUD Palabuhanratu Direvisi Usai Sidak Bupati
Getaran gempa dilaporkan dirasakan masyarakat di Kecamatan Nagrak dengan intensitas II hingga III MMI. Pada skala ini, getaran terasa cukup jelas di dalam rumah. BMKG menggambarkan kondisi tersebut seperti getaran yang ditimbulkan saat kendaraan berat melintas.
“Getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa seperti ada truk berlalu,” tulis BMKG dalam laporannya.
Meski sempat membuat warga terkejut, gempa ini tidak menimbulkan kerusakan bangunan. Hingga laporan terakhir pada pukul 18:12 WIB, BMKG juga memastikan belum ada aktivitas gempa susulan.
Baca Juga: DPR Desak Pembebasan WNI yang Ditahan Israel, Jurnalis Misi Kemanusiaan Jadi Sorotan
“Hingga pukul 18:12 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan,” lanjut keterangan tersebut.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan memastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi. Informasi gempa bumi dapat diakses melalui kanal resmi BMKG, termasuk situs web, media sosial, dan aplikasi mobile.
The post Gempa Dangkal M2,6 Guncang Sukabumi, Dirasakan Warga Nagrak first appeared on Sukabumi Ku.



















