Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita Utama

Harga Pertamax Melonjak, Masyarakat Kota Sukabumi Khawatir Efek Domino ke Kebutuhan Pokok

×

Harga Pertamax Melonjak, Masyarakat Kota Sukabumi Khawatir Efek Domino ke Kebutuhan Pokok

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SUKABUMI – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang mulai berlaku pada Rabu (10/6/2026) dini hari memicu perhatian masyarakat Kota Sukabumi. Meski belum menimbulkan antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), lonjakan harga Pertamax dinilai berpotensi memberikan dampak berantai terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

Example 300x600

Pantauan di salah satu SPBU di Kota Sukabumi menunjukkan aktivitas pengisian BBM masih berjalan normal. Pengendara roda dua maupun roda empat tetap datang untuk mengisi bahan bakar seperti biasa tanpa adanya lonjakan pembelian menjelang ataupun sesudah penyesuaian harga diberlakukan.

Pengawas SPBU 34.43118 Kota Sukabumi, Hendro Harianto Pasaribu, mengatakan pihaknya telah menerapkan harga baru sesuai ketentuan yang berlaku sejak tengah malam. Menurutnya, operasional SPBU tetap berjalan lancar dan tidak ditemukan kendala berarti.

“Perubahan harga memang sudah diberlakukan sejak dini hari. Namun pelayanan tetap normal dan tidak ada gangguan dalam distribusi maupun penyaluran BBM kepada masyarakat,” ujarnya, Rabu (10/6/2026).

BACA JUGA : Harga Pertamax Melonjak! Pertamina Resmi Naikkan BBM Non-Subsidi Mulai Hari Ini

Hendro memastikan pasokan seluruh jenis BBM yang tersedia di SPBU masih dalam kondisi aman. Hingga saat ini belum terlihat perubahan signifikan pada pola konsumsi masyarakat meskipun harga Pertamax mengalami kenaikan.

“Ketersediaan stok aman. Masyarakat tidak perlu khawatir karena distribusi berjalan normal dan kebutuhan konsumen masih bisa terpenuhi,” katanya.

Meski aktivitas di SPBU terlihat stabil, kenaikan harga Pertamax menjadi perhatian tersendiri bagi pengguna kendaraan yang selama ini memilih BBM nonsubsidi karena kualitasnya yang lebih baik untuk mesin kendaraan.

Hendro berharap kondisi harga energi dapat kembali stabil agar tidak menambah beban masyarakat, khususnya pengguna BBM nonsubsidi.

“Kami berharap harga bisa kembali normal sehingga konsumen tidak terlalu terbebani dengan biaya bahan bakar yang saat ini cukup tinggi,” ungkapnya.

BACA JUGA : Harga BBM Non-Subsidi Naik Lagi, Cek Harga Disini !

Sementara itu, sebagian masyarakat mengaku belum merasakan dampak langsung dari kenaikan tersebut. Salah satunya Ujang, seorang sopir angkutan kota yang setiap hari beroperasi di wilayah Kota Sukabumi.

Menurutnya, operasional angkot yang dikemudikannya masih berjalan seperti biasa karena menggunakan Pertalite yang hingga kini belum mengalami perubahan harga.

“Untuk saat ini belum terlalu berpengaruh karena kendaraan kami masih menggunakan Pertalite. Jadi biaya operasional masih sama seperti sebelumnya,” katanya.

Meski demikian, Ujang mengaku tetap khawatir jika kenaikan BBM nonsubsidi pada akhirnya memicu kenaikan harga barang dan jasa lainnya.

“Biasanya kalau BBM naik ada dampaknya ke sektor lain. Harapannya pemerintah bisa menjaga stabilitas harga supaya masyarakat tidak semakin berat menghadapi kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya.

The post Harga Pertamax Melonjak, Masyarakat Kota Sukabumi Khawatir Efek Domino ke Kebutuhan Pokok first appeared on Sukabumi Ku.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *