SUKABUMI – Anggota DPRD Kota Sukabumi dari Komisi II, Inggu Sudeni, menyambut hangat langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi yang secara resmi menunda pembangunan jembatan di Kecamatan Cibeureum senilai Rp12,6 miliar. Inggu menilai keputusan ini sebagai cermin indahnya kolaborasi antara pemimpin yang mau mendengar dan rakyat yang berani bersuara.
Dengan gaya narasi yang reflektif, Inggu menyampaikan bahwa kebijakan anggaran bukan sekadar angka di atas kertas SIPD, melainkan manifestasi dari kepekaan nurani para pemangku kebijakan.
”Alhamdulillah, hari ini kita menyaksikan sebuah momen berharga. Ketika Pemerintah Kota dengan rendah hati bersedia meninjau ulang rencana besar demi menyentuh kebutuhan paling mendasar masyarakat. Ini adalah wujud kesadaran kolektif bahwa skala prioritas terbaik adalah yang dirasakan langsung manfaatnya di depan pintu rumah warga,” ujar Inggu Sudeni, Kamis (16/4).
BACA JUGA : Anggota DPRD Inggu Sudeni Soroti Dinkes dan RS Bunut Soal Anggaran Sosialisasi Kenaikan Tarif
Sebagai anggota legislatif yang sejak awal mengawal isu ini di Komisi II, Inggu memberikan apresiasi ganda. Pertama, kepada masyarakat yang aktif menyuarakan aspirasi soal perbaikan jalan dan lingkungan. Kedua, kepada jajaran eksekutif yang responsif terhadap dinamika tersebut.
”Kita harus mengapresiasi keberanian Pemerintah Kota untuk melakukan evaluasi. Mengalihkan 12 miliar rupiah dari sebuah proyek jembatan ke perbaikan jalan, drainase, dan pengelolaan sampah bukanlah tanda mundurnya pembangunan, melainkan langkah maju menuju pembangunan yang lebih manusiawi,” tuturnya.
BACA JUGA : Anggota DPRD Kota Sukabumi Inggu Sudeni Soroti Penertiban Reklame yang Dinilai Tergesa-gesa
Bagi Inggu, mimpi besar untuk membangun jembatan ikonik atau pusat pemerintahan baru di Cibeureum tetap merupakan visi yang baik untuk masa depan. Namun, ia menekankan pentingnya menuntaskan “pekerjaan rumah” di level infrastruktur dasar terlebih dahulu.
”Perlu saya tekankan, sejak awal kami di Komisi II sudah menyarankan agar pemerintah fokus pada pemenuhan hak-hak dasar masyarakat terlebih dahulu sebelum melangkah ke pembangunan jembatan atau proyek fisik lainnya.
”Tidak ada salahnya bermimpi tentang jembatan yang megah atau kota baru yang modern. Namun, fondasi dari kemajuan sebuah kota tetaplah jalan lingkungan yang mulus, drainase yang lancar, dan lingkungan yang bersih. Jika urusan dasar ini sudah selesai, tentu kita akan dukung penuh langkah-langkah besar selanjutnya,” tambah Inggu.
BACA JUGA : Anggota DPRD Kota Sukabumi Inggu Sudeni Kritik Pemerintah Soal Transparansi Pajak Kafe dan Restoran
Menutup keterangannya, Inggu berkomitmen untuk terus mengawal transisi anggaran ini agar tertuang dengan presisi dalam RKPD Perubahan pada Mei mendatang. Ia berharap semangat sinkronisasi antara pemerintah dan warga ini terus dijaga.
”Inilah sejatinya esensi bernegara; rakyat yang menitipkan harapan, dan pemerintah yang menjemput harapan itu dengan kebijakan yang tepat sasaran. Mari kita kawal bersama agar anggaran ini benar-benar mengalir ke aspal-aspal jalan dan parit-parit yang selama ini dinantikan perbaikannya oleh warga Sukabumi,” pungkasnya.
The post Inggu Sudeni Soal Penundaan Jembatan Cibeureum: “Kemenangan Aspirasi Rakyat dan Kebijaksanaan Pemerintah Kota Sukabumi” first appeared on Sukabumi Ku.















