
SUKABUMI – Ketersediaan air bersih yang mulai terbatas membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Sukabumi mendapat perhatian. Untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, bantuan air bersih mulai didistribusikan ke sejumlah titik yang membutuhkan.
Pendistribusian dilakukan melalui kolaborasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Bangunan dan Prasarana Jawa Barat bersama Relawan Jampang Peduli, dengan pendampingan Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) di masing-masing wilayah.
Bantuan tersebut tidak hanya menyasar permukiman warga, tetapi juga sejumlah fasilitas pelayanan publik yang membutuhkan pasokan air bersih.
Baca Juga: Polsek Jampangkulon Serahkan Kendaraan Honda Beat dalam Penanganan Dugaan Penipuan dan Penggelapan
Yuda Pratama dari BPBD Kecamatan Jampangkulon mengatakan, distribusi air bersih dilakukan sebagai bentuk respons terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air.
“Bantuan air bersih ini merupakan bentuk kepedulian dan pelayanan kepada masyarakat yang sedang menghadapi keterbatasan ketersediaan air bersih,” ujar Yuda, Jumat (2/10/2026).
Menurut Yuda, penyaluran dilakukan secara langsung ke titik-titik yang telah dipetakan dan membutuhkan pasokan air. Prioritas diberikan kepada masyarakat serta fasilitas pelayanan publik yang memiliki kebutuhan mendesak.
Sejumlah lokasi yang menjadi sasaran di antaranya puskesmas, kantor UPTD Dinas Pendidikan, fasilitas pelayanan publik lainnya, hingga warga yang membutuhkan air untuk keperluan sehari-hari.
Di lapangan, P2BK masing-masing kecamatan turut melakukan koordinasi dan pendataan lokasi penerima bantuan. Petugas juga mendampingi proses distribusi agar bantuan dapat diterima secara tertib dan tepat sasaran.
Baca Juga: Memanas! DPAC Demokrat Dapil 5 Kabupaten Sukabumi Bahas Usulan PAW Anggota DPRD
Relawan Jampang Peduli turut terlibat langsung dalam pelayanan distribusi air bersih kepada masyarakat.
Bagi warga, pasokan air tersebut menjadi bantuan penting untuk memenuhi berbagai kebutuhan, mulai dari keperluan rumah tangga hingga menunjang aktivitas pelayanan kesehatan dan pendidikan.
Yuda berharap kolaborasi lintas pihak tersebut dapat terus dilakukan selama masyarakat masih membutuhkan dukungan pasokan air bersih.
“Sinergi antara pemerintah, P2BK, relawan, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadirkan pelayanan kemanusiaan yang cepat, tepat, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
The post Kran Air Mulai Menipis, Bantuan Air Bersih Disalurkan ke Warga Sejumlah Wilayah Sukabumi first appeared on Sukabumi Ku.




